Post By. Marisi Agusman Christena
BAB
10
A. 1. A 6. E 11. E 16. 21. D 26. A 31. C
2. C 7. A 12. B 17. 22. C 27. A 32. D
3. B 8. B 13. E 18. A 23. A 28. E 33. E
4. E 9. A 14. B 19. D 24. C 29. A 34. D
5. E 10. D 15. D 20. 25. A 30. A 35. D
B. 1. Melestarikan jenisnya agar tidak punah,
jantan, betina
2. Penis,
adanya rangsangan yang menyebabkan rongga-rongga jaringa erektil terisi penuh
oleh darah, skrotum, testis, sperma, hormon kelamin jantan. Tubulus semini
ferus, epithelium germinal, pembentukan pserma
3. Epididimis,
vas deferens, saluran ejakulasi, uretra, vesikula seminalis, kelenjar prostate,
kelenjar cowper
4. Vulva,
mons pubis, labium mayor, labium minor, saluran uretra, saluran kelamin,
ovarium, ovum, oviduk, menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus, sebagai
tempat perkembangan zigot apabila terjadi fentilisasi, vagina; saluran akhir
dari saluran reproduksi dalam wanita, menstruasi, peluruhan endometrium
5. Fertilisasi, zigot, endometrium, kehamilan
(gestasi)
C. 1. Testis berada di luar rongga rubuh, sebab
proses pembentukan sperma atau spermatogenesis membutuhkan suhu yang stabil,
yaitu beberapa derajat lebih rendah dari pada suhu tubuh
2. Isi
cairan yang terdapat pada semen yaitu mengalami penambahan berbagai getah
kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris, getah-getah dari kelenjar
asesoris berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar
asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikulas seminalis,
kelenjar prostate, dan kelenjar cowper
3. Faktor
yang mengakibatkan perubahan tersebut adalah sebagai akibat stimulasi hormon
gonadotropin hipofisis anterior. Sejumlah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis
anterior berperan pada pubertas. Caranya dengan merangsang testis untuk
mengeluarkan testosterone. Hormon testosterone merangsang perkembangan seks
sekunder dengan ciri-ciri tersebut
4. Siklus menstruasi
- Fase menstruasi: terjadi bila ovum tidak dibuahi sperma. Kadar
estrogen dan progesterone menurun sehingga ovum terlepas dari endometrium dan
terjadi juga peluruhan endmetrium.
- Fase praovulasi: Hipofisis mengeluarkan FSH yang merangsang
pembentukan folikel. Selama pertumbuhannya, folikel mengeluarkan estrogen
sehingga terjadi pembentukan kembali endometrium
- Fase ovulasi: peningkatan kadar estrogen menyebabkan
penghambatan pelepasan FSH dan LH sehingga merangsang pelepasan oosit sekunder
dari folikel
- Fase pasca-ovulasi: peningkatan hormon estrogen menyebabkan
meningkatnya penebalan endometrium
5. a. Saat memasuki masa pubertasi anak perempuan
akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan obsit primer menlanjutkan
milosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami melosis akan menghasilkan dua
sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupakan oosit yang berukuran
normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang yang berukuran
lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer). Selanjutnya, oosit
sekunder meneruskan tahap meiosis II. Namun pada melosis II, oosit sekunder
tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai
terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami
degenerasi. Namun jika ada sperma masuk
ke duduk, melosis II pada oosit sekunder akar dilanjutkan kembali. Akhirnya
melosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut
ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder).
Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya pada
tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dan oogenesis
setiap satu ogonium
b. Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang
mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah
oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit
sekunder, sperma harus menembus tiga lapisan, yaitu korona radiota, zona
pelusida, dan membran fertilizing. Segera setelah sperma memasuki oosit
sekunder, inti atau nucleus pada kepala sperma akan membesar, ekor sperma akan
berdegenesis. Kemudian akan terbentuk zigot. Zigot akan ditanam pada
endometrium uterus
6. Setelah
sperma memasuki oosit sekunder. Inti atau nucleus pada kepala sperma akan
membesar. Sebalikya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang
mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom
(haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (Zn) atau
46 kromosom
7. “LH
merupakan hormon pada system reproduksi pria” Lisa menjawab salah untuk
pernyataan tersebut, Sebab LH lebih berperan pada siklus mentruasi wanita. LH
berfungsi untuk merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf
sehingga mengakibatkan terjadi ovulasi
8. LH
dengan konstrasi rendah akan menyebabkan tidak terjadinya ovulasi karena fungsi
LH pada wanita adalah untuk merangsang pelepasan oosit primer dari folikel de
Graat
9. Menstruasi
tidak terjadi jika ovum dibuahi sperma karena endometrium tidak meluruh
(menebal) untuk menyiapkan penanaman zigot pada uterus.
Mentruasi tidak akan terjadi
bila ovum dibuahi sperma sebab korpus luteum akan terus memproduksi hormon
estrogen dan progesterone. Meningkatnya
kadar estrogen dan progesterone menyebabkan ovum tetap menempel pada dinding
uerus yang menebal. Kemudian, ovum dan sperma tersebut akan berkembang menjadi
zigot dan akan ditanam (dimplantaskan) pada endometrium uterus
10. Pada
persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya
berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan
kepekaan dan aktivitas uterus sehingga terjadi kontraksi dipengaruhi oleh faktor-faktor
hormonal dan mekanis hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus,
yaitu estrogen, aksitosin, prostonglandin, dan relaksin. Faktor-faktor mekanis
yang mempengaruhi kontraksi uterus, yaitu peregangan atau relaksasi otot-otot
uterus dan serviks
11. Darah ibu dan janin bercampur di uterus
melalui pembuluh darah
12. Keuntungan pemberian ASI baik terhadap anak
maupun ibu menyusui:
a. Bagi bayi
- pemenuhan kebutuhan gizi
- mengandung antibody yang merupakan
perlindungan alami bagi bayi yang baru lahir
- dapat meningkatkan IQ anak
- terbentuk ikatan emosional yang kuat antara
ibu dan bayinya
b. Bagi ibu
- memudahkan ibu yang melahirkan utuk
mengurangi berat badan yang bertambah saat kehamilan
- merangsang uterus berkontraksi untuk
kembali pada bentuknya semula
- tidak ada botol yang harus dicuci
- sebagai kontrasepsi alami
- ekonomis
13. Jenis
kelamin laki-laki karena laki-laki terus memproduksi sel-sel gametnya sepanjang
hidupnya.
Sedangkan jenis kelamin perempuan memproduksi
sel-sel gamet yang terbatas dalam suatu siklus.
14. - Spermatogenesis merupakan proses
pembentukan sperma yang terjadi di dalam testis. Pada spermatogenesis, satu
spermatogonia menghasilkan empat spermatozoa, waktu yang dibutuhkan dalam
spermatogenesis sekitar 75 hari.
- Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium.
Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan. Pada
oogeneis, satu oogenesis akan menghasilkan satu ovum
15. Gangguan pada system reproduksi wanita:
a. Gangguan mentruasi, terdiri dari amenare,
primer danamenare sekunder
b. Kanker genitalia, pada wanita dapat terjadi
pada vagina, serviks, dan ovarium
c. Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium
terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau
jatuh di luar uterus, misalnya di paru-paru
d. Infeksi vagina
Gangguan
pada system reproduksi pria:
a. Hipogonadisme, yaitu penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh
gangguan interkasi hormon, seperti hormon androgen dantesfosteron
b. Kriptordikisme yaitu kegagalan dari satu atau kedua testis untuk
kurun dari rongga nadomen ke dalam skrotum pada waktu bayi
c. Uretritis adalah peradangan uretra dengan
gejala rasa gatal pada penis, dan sering buan air kecil
d. Prastatitis adalah peradangan psrotat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment