Post By. Marisi Agusman Christena
BAB
8
A. 1. A 11. A 21. B
2. B 12. D 22. A
3. D 13. A 23. E
4. C 14. C 24. E
5. A 15. A 25. E
6. C 16. A 26. D
7. D 17. C 27. D
8. C 18. B 28. D
9. A 19. C 29. A
10. A 20. A 30. E
B. 1. · Pengeluaran
zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan agar kesetimbangan
tubuh terjaga
· Osmoregulasi
· Ginjal, kulit, paru-paru, dan hati
2. · Dua
buah
· Rongga perut
· Karteks
· Medula
· Pelvis
· Nefron
· Gomerulus yang diselubungi oleh kapsula
bowman
· Kapsula bowman, tubulus kontoitus
praktisal, lengkung henle, tubulus kontortas distal
3. · Urin
· Fitrasi
(penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat
sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan tidak mungkin disimpan lagi)
· Hormon antidluretik, hormon insulin, dan
jumlah air yang diminum
4. · Repirasi
· Karbondioksida
· Organ pecernaan
· Empedu
· Homoglobin eritrosit yang telah tua
· Amonia
· Urea
5. · Epidermis
· Stratum korneum, stratum lusidum, stratum
gramulosum
· Dermis
· Kelenjar keringat
· Keringat
· Alat pelindung tubuh terhadap segala
bentuk rangsangan
C. 1. Osmoregulasi adalah mekanisme tubuh untuk
mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau cairan tubuh.
Sedangkan ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam
tubuh dengan tujuan agar keseimbangan tubuh terjaga
2. Fungsi ginjal:
- Mengeksfresikan zat sisa seperti urea,
asam urat, kreatinin, dan zat lain yang bersifat racun
- Mengatur volume osmosis dengan cara mengatur ekskresi
garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila
jumlahnya dalam tubuh berkurang
- Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin
yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urin yang bersifat asam
- Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan dua
macam zat, yaitu rennin dan eritropoietin yang diduga memiliki fungsi endokrin
3. Lihat lagi Gambar 8.4.
Filtrasi terjadi di daerah glomerulus.
Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula
bowman dengan menembus membran filtrasi. Pada turbulus renalis terjadi proses
perpindahan cairan menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler
peritubuler
4. Proses pembentukan urin:
- Filtrasi: penyaringan zat-zat sisa yang beracun. Terjadi di
glomerulus. Hasilnya berupa filtrate glomerulus atau urin primer
- Reabsorpsi: proses penyerapan kembali zat-zat yang masih
dibutuhkan tubuh menghasilkan urin sekunder (filtrate tubulus)
- Augmentasi: proses terjadinya penambahan zat-zat yang tidak
diperlukan oleh tubuh ke kantung urin sebelum dibuang melalui uretra
5. Urin
berwarna kuning karena terdapat zat warna bilirubin dan biliverdin. Sementara
itu, urin berbau khas karena urin mengandung zat buangan yang tidak dibutuhkan
tubuh
6. Urin
primer memiliki kandungan zat yang hampir sama dengan cairan yang menembus
kapiler menuju ruang antar sel. Sedangkan urin sekunder mengandung urea dengan
kadar yang tinggi dan zat-zat yang dibutuhkan tidak ditemukan lagi
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi
urin:
- Hormon antidiuretik (ADH)
- Hormon insulin
- Jumlah air yang diminum
8. Urin
dapat digunakan sebagai bahan tes bebas narkoba karena urin mengandung zat-zat
buangan yang tidak dibutuhkan tubuh. Bahan narkoba merupakan zat yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh sehingga dikeluarkan melalui urin
9. Paru-paru juga merupakan alat ekskresi karena
mengeluarkan zat sisa, yaitu karbon dioksida
10. Aktivitas
kelenjar keringat juga dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan dan suhu di
dalam pembuluh darah. Ketika suhu lingkungan meningkat (panas), kelenjar
keringat menjadi aktif sehingga keringat keluar dari kulit dengan cara
penguapan. Penguapan pada permukaan kulit akan menurunkan suhu sehingga akan
mengurangi rasa panas pada tubuh.
11. Ekskresi
pada cacing tanah: cairan tubuh diambil melalui nefrostom masuk ke dalam
nefridia yang berupa pembuluh panjang. Pada waktu cairan tubuh mengalir,
melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat sedangkan cairan yang tidak
dibutuhkan dikeluarkan tubuh melalui nefridiofor
12. Gangguan-gangguan yang terjadi pada ginjal
manusia yaitu:
a. Nefritis
Yaitu
peradangan pada netron karena bakteri streptococcus yang masuk ke saluran
pernapasan
b. Diabetes insipidus
Yaitu suatu penyakit
yang disebabkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon anti diuretic,
sehingga sekresi urin meningkat
c. Diabetes mellitus (kencing manis)
Yaitu terdapatnya
glukosa dalam urin yang disebabkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan
oleh pancreas
d. Albuminaria
Yaitu
terdapatnya molekul albumin dan protein lain di dalam ginjal
13. Fungsi hati sebagai alat ekskresi yaitu
menghasilkan empedu
14. Fungsi
kulit sebagai alat ekskresi: yaitu untuk mengeluarkan keringat. Pada dermis,
terdapat akar rambut, pembuluh darah, kelenjar minyak (kelenjar sebasea),
kelenjar keringat, dan saraf. Kelenjar keringat tersebar luas pada sebagian
besar permukaan tubuh. Pengeluaran keringat berada di bawah pusat pengatur
suhu, yaitu hipotalamus. Aktivitas
15. Iwan
akan mengalami banyak kehilangan air melalui keringat. Konsentrasi air dalam
darah akan menurun yang menstimulus kelenjar hipofisis melepaskan ADH. ADH
menyebabkan ginjal meningkatkan absorpsi air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment