Nama ku Marisi Agusman, aku dilahirkan
dari sebuah keluarga yang sangat sederhana, aku adalah anak ketiga dari lima
bersaudara. Orang tua ku sangat bahagia atas kelahiran ku, karena aku adalah
anak laki- laki pertama di keluarga ku. Aku lahir di Banten akan tetapi aku
berakta kelahiran di Sukabumi, entah apa yang terjadi aku sendiri pun tak tahu
itu. Aku tinggal di lingkungan yang menurut ku kurang sesuai dengan keinginan
ku, aku tinggal di sebuah desa bernama Babakan Panjang, desa itu cukup tenang
dan tidak begitu jauh dari keramaian kota, akan tetapi yang membuat aku tidak
nyaman adalah aku tidak memiliki teman hal ini di karenakan anak- anak di desa
ini tidak begitu akrab dengan ku. Mungkin karena aku sibuk dengan urusan ku
pribadi di sekolah.
Aku mempunyai sebuah keluarga yang utuh
dengan ayah, ibu, kakak dan adik ku. Keluarga ku adalah sebuah keluarga yang
sederhana, ayah ku bernama Lily Suterly lahir di Sukabumi dan memiliki 3
saudara kandung dan 3 saudara tiri. Ayah ku bekerja sebagai petani di sebuah
desa, yang setiap hari pergi ke sawah dan ke kebun dengan membawa cangkul yang
ia simpan di atas pundak nya, ayah ku hidup dengan keadaan yang seadanya yang
ia tak pernah malu dengan pekerjaan yang ia lakoni demi anak- anak dan keluarga.
ibu ku bernama Elly Sumaningrum ibu ku lahir di Jakarta dan memiliki 6 saudara
kanndung dan 1 saudara tiri. Ibu ku adalah seorang wanita yang sangat luar
biasa, ibu memberikan kasih sayang yang lebih kepada ku dibandingkan kepada
saudara- saudara ku. Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan bekerja
sambilan sebagai kepala desa dimana saya tinggal.
Aku selalu berharap, aku menjadi
kebanggaan di keluargaku. Orang tua dan keluargaku selalu memberikan motivasi
yang positif kepada ku agar aku selalu giat belajar. Aku berharap orang tua ku
tetap ada disampingku hingga aku sukses dan berhasil, dan aku berharap Allah
akan memberikan jalan terbaik untuk ku agar aku bisa membuat ibu dan ayah ku
pergi menunaikan ibadah haji. Tak peduli bagaimanapun caranya aku berusaha yang
terpenting orang tua dan keluargaku tersenyum bahagia atas usaha dan kerja
keras ku .
Seiring dengan apa yang aku harapkan,
aku pun memiliki cita- cita yang mungkin orang merasa hal ini aneh dan berbeda
dari yang lain nya. Akan tetapi bagiku cita- cita adalah nomor terakhir yang
aku gantungkan dalam kehidupan yang aku jalani saat ini. Karena bagiku cita-
cita itu itu hanyalah factor pendukung semata artinya tak akan aku jadikan
sebagai patokan dalam hidup ku, orang tua dan keluarga lah yang menjadi factor
utama yang memotivasi akan cita- cita ku. Walaupun cita- cita ku sebagai
perwakilan diplomatik luar negeri, mrski itu sangat lah sulit kan tetapi dengan
factor dukungan dan usaha yang sangat besar aku yakin mampu mencapai hal itu,
meski factor materil yang menghambat cita- cita yang aku gantungkan di dalam
hidupku. Cita- cita terbesar yang selalu aku simpan dalam hati dan ingatan ku
adalah aku ingin Allah tersenyum kepada ku karena kau yakin akan ucapan guru
besar ku bahawa “ Besarkan Allah dihatimu, maka Allah akan membesarkan mu di
dunia dan di akhirat Nya kelak “ hal itu yang selalu aku ingat saat aku
melangkah dalam kehidupan yang fana ini, kehidupan yang penuh dengan kepalsuan.
Semoga tidak terjadi hal – hal yang buruk
menimpa keluargaku terutama orang tua ku saat aku sedang berusaha mencapai asa
dan cita- cita ku. Seandainya jika Allah menghendaki lain, aku ingin ibuku
mnjadi bidadri surga. Dengan begitu ibuku akan tersenyum di hadapan Allah SWT.
Ibuku, keluargak ku adalah cita- cita
dan harapan terbesar ku. Itulah kalimat yang pantas aku cantumkan di lubuk hati
yang terdalam, tak ada lagi hal lain yang mesti aku banggakan dari cita-cita
ku. Aku sangat berharap aku mampu menjadi sesosok manusia yang bermanfaat dan berguna
bagi orang lain. Cita- cita yang membuat aku sadar dan faham akan arti sebuah
kehidupan, dimana kehidupan itu tidak akan pernah berjalan sesuai dengan apa
yang kita rencanakan, akan tetapi semua itu akan terjadi apabila kita lakukan
dengan beberapa hal, yang pertama kita harus ingat bahwa Allah yang akan
membimbing kita asalkan kita tetap istiqomah di jalan Allah.
Berusaha dan tetap semangat itu adalah
kunci bagi ku untuk menggapai semua angan dan cita- cita ku. Aku jadi teringat
akan sebuah lagu yang berjudul “ Jangan Menyerah “ yang di populerkan oleh
sebuah band di Indonesia, katanya :
“syukuri apa adanya
hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik, Tuhan
pasti kan menunjukan kebesaran dan kuasa Nya,bagi hamba Nya yang sabar dan tak
perfnah putus asa “
Lirik tersebut patut aku jadikan sebuah
patokan dalam menggapai cita- cita ku, jangan menyerah,
jangan merah. Mungkin itulah
aku, keluarga ku, harapan ku dan cita- cita ku yang akan selalu aku banggakan
dimana pun aku berdiri dan tejatuh. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment