Post By. Marisi Agusman Christena
Tema
: Kebersamaan
Saat
hidup terasa mudah kau jalani, saat teknologi meradang di seluruh belahan muka
bumi ini. Menjalar begitu hebat nya merasuki setiap sel otak seluruh insan
manusia di dunia. Segala hal di era ini semuanya serba instan, cepat ,praktis
dan yang penting mudah kau kerjakan dengan diri sendiri tanpa bantuan orang
lain. Individualisme. Sebuah virus yang tengah berkembang ditengah lapisan
masyarakat dunia, terlebih untuk kalangan menengah keatas, hamper tidak ada
lagi pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh mereka sendiri, dengan tangan
mereka sendiri. Individualisme dapat diartikan sebagai perasaan mampu berlebihan
yang di alami seseorang atau sebagian masyarakat. Presepsi bahwa “saya harus
berdiri sendiri” sesuai dengan ajaran era barat yang merasuki mental setiap
pemuda – pemudi Indonesia saat ini. Saat inidividualisme dimaksudkan untuk
membuat generasi muda Indonesia memeliki semangat untuk berdiri sendiri,
memiliki usaha sendiri, berjuang untuk perubahan negeri sendiri, itu takan
pernah jadi permasalahan yang krusial dan sangat dianjurkan tertanamnya faham
seperti itu, bila memang tujuannya untuk perubahan bangsa. Namun, yang menjadi
masalah kompleks untuk dewasa ini, sifat individualisme yang berkembang di
kalangan pemuda Indonesia di era ini, yaitu timbulnya rasa tidak dibutuhkan nya
orang lain dalam proses bermasyarakat mereka. sifat individualisme ini seolah
menjadi mainstream seiring berkembangnya era globalisasi, rasa hormat terhadap
yang lebih tua meluntur, rasa percaya terhadap generasi muda memudar. Yang
mereka pikirkan hanyalah diri mereka sendiri. Tak ada lagi kata “kebersamaan”
dalam pola pikir masyarakat luas zaman ini. Sementara dalam hakikatnya manusia
tak pernah dapat hidup sendiri, tanpa adanya manusia lain.
Dalam
pengaplikasiannya pun manusia yang merupakan makhluk sosial semestinya
menyadari betapa kebersamaan lah yang akan mengantarkan Indonesia akan pintu
gerbang keberhasilan, kemajuan dan meninggalkan segala keterbelakangan itu
sendri. Bahkan dalam contoh kongkrit nya apabila seorang manusia mau manusia
lainnya, memikirkan tak akan ada keegoisan dalam diri manusia itu maka
kesetaraan dalam aspek apapun akan dengan mudahnya di capai. Bahkan dalam aspek
ekonomi sekalipun, konsep kebersamaan sangat perlu di terapkan. Walau pada
dasarnya beberapa presepsi ekonomi mendalilkan tujuannya untuk memperkaya diri,
namun kembali lagi kepada hakikat makhluk sosial makhluk hidup pastilah
membutuhkan manusia lainnya.
Apa
pengaplikasian diri saya dalam mecapai indonesia jaya dalam inti kebersamaan
adalah menjadi seorang penyemangat, pendorong, dan motivator kebaikan, jika
pembaca bertanya Motivator ? saya jawab ya, agar pembaca merasakan apa yang
diinginkan dan dirasakan penulis, karena penulis pada dasarnya adalah pejuang
indonesia jaya yang tengah merangkul masyarakat lain agar bangkit kembali dan
menyerukan kebersamaan itu. Karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai
keterbatasan potensi yang memang akan sangat padu dan indah saat potensi itu
dapat saling melengkapi satu sama lain. Masihkah kita berpikir individualistic?
Maka Berpikirlah lebih maju lagi.
Salam
kebersamaan untuk Indonesia Jaya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment