Jumat, 16 Januari 2015

ESSAY TEMA KEBERSAMAAN

Post By. Marisi Agusman Christena
Tema               : Kebersamaan

Saat hidup terasa mudah kau jalani, saat teknologi meradang di seluruh belahan muka bumi ini. Menjalar begitu hebat nya merasuki setiap sel otak seluruh insan manusia di dunia. Segala hal di era ini semuanya serba instan, cepat ,praktis dan yang penting mudah kau kerjakan dengan diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Individualisme. Sebuah virus yang tengah berkembang ditengah lapisan masyarakat dunia, terlebih untuk kalangan menengah keatas, hamper tidak ada lagi pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri. Individualisme dapat diartikan sebagai perasaan mampu berlebihan yang di alami seseorang atau sebagian masyarakat. Presepsi bahwa “saya harus berdiri sendiri” sesuai dengan ajaran era barat yang merasuki mental setiap pemuda – pemudi Indonesia saat ini. Saat inidividualisme dimaksudkan untuk membuat generasi muda Indonesia memeliki semangat untuk berdiri sendiri, memiliki usaha sendiri, berjuang untuk perubahan negeri sendiri, itu takan pernah jadi permasalahan yang krusial dan sangat dianjurkan tertanamnya faham seperti itu, bila memang tujuannya untuk perubahan bangsa. Namun, yang menjadi masalah kompleks untuk dewasa ini, sifat individualisme yang berkembang di kalangan pemuda Indonesia di era ini, yaitu timbulnya rasa tidak dibutuhkan nya orang lain dalam proses bermasyarakat mereka. sifat individualisme ini seolah menjadi mainstream seiring berkembangnya era globalisasi, rasa hormat terhadap yang lebih tua meluntur, rasa percaya terhadap generasi muda memudar. Yang mereka pikirkan hanyalah diri mereka sendiri. Tak ada lagi kata “kebersamaan” dalam pola pikir masyarakat luas zaman ini. Sementara dalam hakikatnya manusia tak pernah dapat hidup sendiri, tanpa adanya manusia lain.
Dalam pengaplikasiannya pun manusia yang merupakan makhluk sosial semestinya menyadari betapa kebersamaan lah yang akan mengantarkan Indonesia akan pintu gerbang keberhasilan, kemajuan dan meninggalkan segala keterbelakangan itu sendri. Bahkan dalam contoh kongkrit nya apabila seorang manusia mau manusia lainnya, memikirkan tak akan ada keegoisan dalam diri manusia itu maka kesetaraan dalam aspek apapun akan dengan mudahnya di capai. Bahkan dalam aspek ekonomi sekalipun, konsep kebersamaan sangat perlu di terapkan. Walau pada dasarnya beberapa presepsi ekonomi mendalilkan tujuannya untuk memperkaya diri, namun kembali lagi kepada hakikat makhluk sosial makhluk hidup pastilah membutuhkan manusia lainnya.
Apa pengaplikasian diri saya dalam mecapai indonesia jaya dalam inti kebersamaan adalah menjadi seorang penyemangat, pendorong, dan motivator kebaikan, jika pembaca bertanya Motivator ? saya jawab ya, agar pembaca merasakan apa yang diinginkan dan dirasakan penulis, karena penulis pada dasarnya adalah pejuang indonesia jaya yang tengah merangkul masyarakat lain agar bangkit kembali dan menyerukan kebersamaan itu. Karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai keterbatasan potensi yang memang akan sangat padu dan indah saat potensi itu dapat saling melengkapi satu sama lain. Masihkah kita berpikir individualistic? Maka Berpikirlah lebih maju lagi.

Salam kebersamaan untuk Indonesia Jaya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

post your comment