Sabtu, 17 Januari 2015

VIERRATALE - FAITH LIRIK

Post By. Marisi Agusman Christena
VIERRATALE - FAITH LIRIK

Cinta kita mengapa beda agama
semoga ditakdirkan bersama

teringat saat pertama jumpa
disitu terjalin hubungan asmara, baby
mengapa kamu begitu menarik
namun semua tak semudah itu

Cinta kita mengapa beda agama
apa mungkin Tuhan punya rencana
yang terindah belum tentu yang terbaik
semoga ditakdirkan bersama

Terkadang aku sedang melamun
aku selalu memikirkan kamu oh Baby
mengapa kamu begitu menarik
namun semua tak semudah itu

Cinta kita mengapa beda agama 
apa mungkin Tuhan punya rencana  
yang terindah belum tentu yang terbaik  
semoga ditakdirkan bersama 

Cinta kita mengapa beda agama 
apa mungkin Tuhan punya rencana  
yang terindah belum tentu yang terbaik  
semoga ditakdirkan bersama 
semoga ditakdirkan bersama 
semoga ditakdirkan bersama 

Jumat, 16 Januari 2015

Soal Teknik

Post By. Marisi Agusman Christena

1. arsitek ferdinan silaban merancang sebuah rumah adat batak di daerah tuk-tuk di tepi danau toba. ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12m persegi. di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) batak dengan ukuran lebar 2m dan tinggi 3m. Bantulah pak silaban menentukan panjas alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan ?

 Jawab :Diketahui Luas penampang 12 m persegi
panjang ornamen 3m x 2m


Misalkan panjang AE = FB = x m. Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki, so :
Luas = ½ × panjang alas × tinggi
L = ½ × ( AE + EF + FB ) × t
12 = ½ t (x + 2 + x)
12 = t (1 + x) ………………… (1)
sekarang fokus ke segitiga CTB dan GFB. Keduanya merupakan segitiga sebangun .
GT/GF = TB/FB
T/ 3 = (1+X) / X
t = (3+3 x) /x ………………… (2)
selnajutnya substitusikan persamaan (2) ke persamaan (1) diperoleh :
12 = ( (3+3x )/x) (1 + x)
12x = 3 + 3x + 3x + 3×2
3×2 + 6x – 12x + 3 = 0 -> 3x kuadrat
3×2 – 6x + 3 = 0 -> 3x kuadrat
x2 – 2x + 1 = 0……………….. (3) -> x kuadrat
selanjutnya cari nilai x dari persamaan (3)

x2 – 2x + 1 = 0 -> x kuadrat
x2 – x – x + 1 = 0 -> x kuadrat
x (x – 1) – 1(x -1) = 0
(x -1) (x – 1) = 0
(x – 1)2 = 0 -> x kuadrat
x = 1
setelah itu nilai x nya akan membantu untuk mencari nilai t
t = (3 – 3x) /x
t = (3 – 3 (1)) / 1
t = 6 m sebagai tinggi atap
dan untuk panjang nya lihat gambar -> ingat x = 1
A ke E = x = 1
E ke F = 2
F ke B = 1
______________+
= 4 m panjang alas penampang

So didapat panjang alas dan tinggi penampang atap adalah 4 m dan 6 m.

ESSAY TEMA KEBERSAMAAN

Post By. Marisi Agusman Christena
Tema               : Kebersamaan

Saat hidup terasa mudah kau jalani, saat teknologi meradang di seluruh belahan muka bumi ini. Menjalar begitu hebat nya merasuki setiap sel otak seluruh insan manusia di dunia. Segala hal di era ini semuanya serba instan, cepat ,praktis dan yang penting mudah kau kerjakan dengan diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Individualisme. Sebuah virus yang tengah berkembang ditengah lapisan masyarakat dunia, terlebih untuk kalangan menengah keatas, hamper tidak ada lagi pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri. Individualisme dapat diartikan sebagai perasaan mampu berlebihan yang di alami seseorang atau sebagian masyarakat. Presepsi bahwa “saya harus berdiri sendiri” sesuai dengan ajaran era barat yang merasuki mental setiap pemuda – pemudi Indonesia saat ini. Saat inidividualisme dimaksudkan untuk membuat generasi muda Indonesia memeliki semangat untuk berdiri sendiri, memiliki usaha sendiri, berjuang untuk perubahan negeri sendiri, itu takan pernah jadi permasalahan yang krusial dan sangat dianjurkan tertanamnya faham seperti itu, bila memang tujuannya untuk perubahan bangsa. Namun, yang menjadi masalah kompleks untuk dewasa ini, sifat individualisme yang berkembang di kalangan pemuda Indonesia di era ini, yaitu timbulnya rasa tidak dibutuhkan nya orang lain dalam proses bermasyarakat mereka. sifat individualisme ini seolah menjadi mainstream seiring berkembangnya era globalisasi, rasa hormat terhadap yang lebih tua meluntur, rasa percaya terhadap generasi muda memudar. Yang mereka pikirkan hanyalah diri mereka sendiri. Tak ada lagi kata “kebersamaan” dalam pola pikir masyarakat luas zaman ini. Sementara dalam hakikatnya manusia tak pernah dapat hidup sendiri, tanpa adanya manusia lain.
Dalam pengaplikasiannya pun manusia yang merupakan makhluk sosial semestinya menyadari betapa kebersamaan lah yang akan mengantarkan Indonesia akan pintu gerbang keberhasilan, kemajuan dan meninggalkan segala keterbelakangan itu sendri. Bahkan dalam contoh kongkrit nya apabila seorang manusia mau manusia lainnya, memikirkan tak akan ada keegoisan dalam diri manusia itu maka kesetaraan dalam aspek apapun akan dengan mudahnya di capai. Bahkan dalam aspek ekonomi sekalipun, konsep kebersamaan sangat perlu di terapkan. Walau pada dasarnya beberapa presepsi ekonomi mendalilkan tujuannya untuk memperkaya diri, namun kembali lagi kepada hakikat makhluk sosial makhluk hidup pastilah membutuhkan manusia lainnya.
Apa pengaplikasian diri saya dalam mecapai indonesia jaya dalam inti kebersamaan adalah menjadi seorang penyemangat, pendorong, dan motivator kebaikan, jika pembaca bertanya Motivator ? saya jawab ya, agar pembaca merasakan apa yang diinginkan dan dirasakan penulis, karena penulis pada dasarnya adalah pejuang indonesia jaya yang tengah merangkul masyarakat lain agar bangkit kembali dan menyerukan kebersamaan itu. Karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai keterbatasan potensi yang memang akan sangat padu dan indah saat potensi itu dapat saling melengkapi satu sama lain. Masihkah kita berpikir individualistic? Maka Berpikirlah lebih maju lagi.

Salam kebersamaan untuk Indonesia Jaya...

Sebelah Sepatu

KUNCI JAWABAN BIOLOGI ESIS KELAS XI BAB 10

Post By. Marisi Agusman Christena
BAB 10

A.      1.    A                6.   E                11.  E               16.                    21. D                26. A                31. C
          2.    C                7.   A                12.  B               17.                    22. C                27. A                32. D
          3.    B                8.   B                13.  E               18.  A               23. A                28. E                33. E
          4.    E                9.   A                14.  B               19.  D               24. C                29. A                34. D
          5.    E                10. D                15.  D               20.                    25. A                30. A                35. D

B.      1.    Melestarikan jenisnya agar tidak punah, jantan, betina
          2.    Penis, adanya rangsangan yang menyebabkan rongga-rongga jaringa erektil terisi penuh oleh darah, skrotum, testis, sperma, hormon kelamin jantan. Tubulus semini ferus, epithelium germinal, pembentukan pserma
          3.    Epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra, vesikula seminalis, kelenjar prostate, kelenjar cowper
          4.    Vulva, mons pubis, labium mayor, labium minor, saluran uretra, saluran kelamin, ovarium, ovum, oviduk, menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus, sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fentilisasi, vagina; saluran akhir dari saluran reproduksi dalam wanita, menstruasi, peluruhan endometrium
          5.    Fertilisasi, zigot, endometrium, kehamilan (gestasi)

C.      1.    Testis berada di luar rongga rubuh, sebab proses pembentukan sperma atau spermatogenesis membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah dari pada suhu tubuh
          2.    Isi cairan yang terdapat pada semen yaitu mengalami penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris, getah-getah dari kelenjar asesoris berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikulas seminalis, kelenjar prostate, dan kelenjar cowper
          3.    Faktor yang mengakibatkan perubahan tersebut adalah sebagai akibat stimulasi hormon gonadotropin hipofisis anterior. Sejumlah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis anterior berperan pada pubertas. Caranya dengan merangsang testis untuk mengeluarkan testosterone. Hormon testosterone merangsang perkembangan seks sekunder dengan ciri-ciri tersebut
          4.    Siklus menstruasi
                  -      Fase menstruasi: terjadi bila ovum tidak dibuahi sperma. Kadar estrogen dan progesterone menurun sehingga ovum terlepas dari endometrium dan terjadi juga peluruhan endmetrium.
                  -      Fase praovulasi: Hipofisis mengeluarkan FSH yang merangsang pembentukan folikel. Selama pertumbuhannya, folikel mengeluarkan estrogen sehingga terjadi pembentukan kembali endometrium
                  -      Fase ovulasi: peningkatan kadar estrogen menyebabkan penghambatan pelepasan FSH dan LH sehingga merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel
                  -      Fase pasca-ovulasi: peningkatan hormon estrogen menyebabkan meningkatnya penebalan endometrium
          5.    a.    Saat memasuki masa pubertasi anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan obsit primer menlanjutkan milosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami melosis akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupakan oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer). Selanjutnya, oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II. Namun pada melosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma  masuk ke duduk, melosis II pada oosit sekunder akar dilanjutkan kembali. Akhirnya melosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya pada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dan oogenesis setiap satu ogonium
                  b.    Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, sperma harus menembus tiga lapisan, yaitu korona radiota, zona pelusida, dan membran fertilizing. Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti atau nucleus pada kepala sperma akan membesar, ekor sperma akan berdegenesis. Kemudian akan terbentuk zigot. Zigot akan ditanam pada endometrium uterus
          6.    Setelah sperma memasuki oosit sekunder. Inti atau nucleus pada kepala sperma akan membesar. Sebalikya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (Zn) atau 46 kromosom
          7.    “LH merupakan hormon pada system reproduksi pria” Lisa menjawab salah untuk pernyataan tersebut, Sebab LH lebih berperan pada siklus mentruasi wanita. LH berfungsi untuk merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf sehingga mengakibatkan terjadi ovulasi
          8.    LH dengan konstrasi rendah akan menyebabkan tidak terjadinya ovulasi karena fungsi LH pada wanita adalah untuk merangsang pelepasan oosit primer dari folikel de Graat
          9.    Menstruasi tidak terjadi jika ovum dibuahi sperma karena endometrium tidak meluruh (menebal) untuk menyiapkan penanaman zigot pada uterus. 
                  Mentruasi tidak akan terjadi bila ovum dibuahi sperma sebab korpus luteum akan terus memproduksi hormon estrogen dan progesterone.  Meningkatnya kadar estrogen dan progesterone menyebabkan ovum tetap menempel pada dinding uerus yang menebal. Kemudian, ovum dan sperma tersebut akan berkembang menjadi zigot dan akan ditanam (dimplantaskan) pada endometrium uterus
          10.  Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan kepekaan dan aktivitas uterus sehingga terjadi kontraksi dipengaruhi oleh faktor-faktor hormonal dan mekanis hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus, yaitu estrogen, aksitosin, prostonglandin, dan relaksin. Faktor-faktor mekanis yang mempengaruhi kontraksi uterus, yaitu peregangan atau relaksasi otot-otot uterus dan serviks
          11.  Darah ibu dan janin bercampur di uterus melalui pembuluh darah
          12.  Keuntungan pemberian ASI baik terhadap anak maupun ibu menyusui:
                  a.    Bagi bayi
                         -     pemenuhan kebutuhan gizi
                         -     mengandung antibody yang merupakan perlindungan alami bagi bayi yang baru lahir
                         -     dapat meningkatkan IQ anak
                         -     terbentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayinya
                  b.    Bagi ibu
                         -     memudahkan ibu yang melahirkan utuk mengurangi berat badan yang bertambah saat kehamilan
                         -     merangsang uterus berkontraksi untuk kembali pada bentuknya semula
                         -     tidak ada botol yang harus dicuci
                         -     sebagai kontrasepsi alami
                         -     ekonomis
  13.  Jenis kelamin laki-laki karena laki-laki terus memproduksi sel-sel gametnya sepanjang hidupnya.
          Sedangkan jenis kelamin perempuan memproduksi sel-sel gamet yang terbatas dalam suatu siklus.
          14.  -      Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma yang terjadi di dalam testis. Pada spermatogenesis, satu spermatogonia menghasilkan empat spermatozoa, waktu yang dibutuhkan dalam spermatogenesis sekitar 75 hari.
                  -      Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan. Pada oogeneis, satu oogenesis akan menghasilkan satu ovum
          15.  Gangguan pada system reproduksi wanita:
                  a.    Gangguan mentruasi, terdiri dari amenare, primer danamenare sekunder
                  b.    Kanker genitalia, pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium
                  c.     Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jatuh di luar uterus, misalnya di paru-paru
                  d.    Infeksi vagina


                  Gangguan pada system reproduksi pria:
                  a.    Hipogonadisme, yaitu penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interkasi hormon, seperti hormon androgen dantesfosteron
                  b.    Kriptordikisme yaitu kegagalan dari satu atau kedua testis untuk kurun dari rongga nadomen ke dalam skrotum pada waktu bayi
                  c.     Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis, dan sering buan air kecil

                  d.    Prastatitis adalah peradangan psrotat

KUNCI JAWABAN BIOLOGI ESIS KELAS XI BAB 9

Post By. Marisi Agusman Christena
BAB 9

A.      1.    B                6.    B               11.  E               16.  D               21.  D               26.  B
          2.    A                7.    A               12.  A               17.  A               22.  B               27.  A
          3.    A                8.    B               13.  A               18.  B               23.  B               28.  E
          4.    D                9.    D               14.  C               19.  C               24.  B               29.  C
          5.    C                10.  B               15.  A               20.  B               25.  A               30.  D

B.      SISTEM SARAF
          1.    Sistem saraf, sistem indera, system hormon
          2.    Memberikan respon terhadap rangsangan dari lingkungan eksternal maupun internal kemudian meneruskannya melalui neuron, mengolah, dan meneruskan hasil olahan rangsangan ke efektor, memberikan reaksi terhadap rangsangan
          3.    Neuron, badan sel, tidak mengandung selubung miclin ataupun neurolema, menghantarkan impuls ke arah  badan sel, tipis dengan bentuk panjang dan mengandung neurofibril tetapi tidak mengandung badan nissi, mengantarkan impuls menjauhi badan sel
          4.    Mengantarkan impuls saraf dari alat indera menuju otak atau sumsum tulang belakang; membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju otot atau kelenjar tubuh, meneruskan rangsangan dari nekron sensorik ke neuron matriks, sinaps
          5.    Refleks, lengkung refleks
          6.    Otak, sumsum tulang belakang, system saraf aferen, system saraf eferen
          7.    Meninges, durameter, arachnoid, piameter, substansi grisea, badan neuron, substansi alba, serabut saraf
          8.    Cerebrospinal, cerebrum, thalamus, hipotalamus, infundibulum, mesencephalon, cerebellum
          9.    Lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari system saraf pusat; yang membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke system saraf pusat, yang membawa impuls saraf dari system saraf  pusat ke efektor, 31 pasang, 12 pasang
          10.  Saraf yang memiliki serabut pra ganglion pendek dan serabut pascaganglion panjang, saraf yang memiliki serabut praganglion panjang dan serabut pascoganglion pendek
          SISTEM INDERA
          1.    Hidung, lidah, mata, telinga, kulit, pembau, saraf olfaktori
          2.    Pengecap, papilo filiformis, papilo fungiformis, papilo sirkumsalata, pangkal lidah, ujung lidah, sisi lidah
          3.    Penglihatan, cahaya, otot luris, menggerakkan bola mata, siklera, kornea, memberikan zat makanan pada retina, memperlebar dan memperkecil pupil, mngatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam bola mata, retina, batang, kerucut
          4.    Keseimbangan, telinga luar, telinga tengah, tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi
          5.    Peraba, tekanan, panas, dingin, nyeri
          SISTEM HORMON
          1.    Zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, kelenjar endokrin, dalam pembuluh darah
          2.    Kelenjar hipofisis mampu mensekresikan bermacam-macam hormon yang mengatur bermacam-macam kegiatan dalam tubuh, kelenjar hipofisis, STH, GH, TSH, ACTH, LTH, FSH, LH, ICSH
          3.    Tiroksin, triyodotironin, meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh sehingga meningkatkan metabolisme tubuh, parathormon, mengatur konsentrasi ion kalium dan fosfor dalam cairan ekstraseluler
          4.    Kortison; mineralokortikoid, membantu metabolisme garam natrium dan kalium serta menjaga keseimbangan hormon seks, glukokortikoid, membantu metabolisme karbohidrat adrenlin; mening-katkan denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan tekanan darah, noradrenlin, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung; pulau-pulau Langerhansl insulin; merangsang hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi glikogen; glukogan mengubah glikogen menjadi glukosa
          5.    Ovarium, estrogen, menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita; Progesteron; mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi; testis; testosterone; merangsang pematangan sperma dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pria; plasenta

C.      1.    Bagian-bagian neuron beserta fungsinya:
                  a.    Badan sel
                         -     badan Nissi, mengandung protein yang digunakan untuk mengganti protein yang habis selama metabolisme
                         -     neurofibril, berperan dalam pengangkutan nutrient dan penyokong sel
                  b.    Dendrit, berfungsi untuk menghantarkan impuls ke arah badan sel
                  c.     Akson, berfungsi untuk menghantarkan impuls menjauhi badan sel
          2.    Tidak semua neuron memiliki selubung mielin. Bagian neuron yang memiliki selubung mielin adalah akson, namun beberapa akson tidak berselubung myelin
          3.    Proses terjadinya penghantaran impuls: dalam keadaan istirahat, serabut saraf berada dalam keadaan polarisasi, artinya permukaan luar membran bermuatan positif
          4.    Bagian otak yang merasakan lapar adalah otak besar. Impuls saat melihat makanan: cahaya masuk ke mata-kornea-pupil-lensa-retina-saraf-saraf-terbentuk bayangan makanan. Impuls saat mengambil makanan: rangsangan (bayangan makanan)-neuron sensorik-sarf pusat-neuron mototik-efektor (makanan)
          5.    Aktivitas manusia yang melibatkan saraf simpatik dan saraf parasipatetik contohnya, sewaktu mata kita berada di tempat gelap, saraf parasimpatetik akan memperkecil pupil, tetapi apabila tiba-tiba mata kita disinari cahaya, saraf simpatetik akan memperlebar pupil
          6.   Pada tengkuk terdapat orak kecil yang tidak dilindungi dengan tengkorak. Oleh karena itu, pukulan pada tengkuk akan mencederai otak kecil. Orang akan pingsan bila otak kecil dicederai karena otak kecil berfungsi mengatur gerakan otot dan keseimbangan tubuh. Cedera pada otak kecil dapat mengganggu  keseimbangan mekanisme tubuh (koordinasi sistem gerak tubuh). Cedera yang parah bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan fungsi gerak tubuh.  
7.       Proses terjadinya gerak berkaitan dengan neuron berdasarkan fungsinya:
                  Gerak biasa: reseptor-neuron sensorik-pusat saraf -neuron motorik-efektor
                  Gerak refleks: reseptor-neuron sensorik-neuron konektor- neuron motorik-efektor
          8.    a.    Lobus frontalis merupakan bagian dahi, lobus porietalis merupakan bagian ubun-ubun, lubus temporalis merupakan bagian pelipis, dan lebus oksipetalis merupakan bagian belakang kepala
                  b.    ·    Daerah dahi berhubungan dengan kemampuan berpikir
                         ·    Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan sahara
                         ·    Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat
                         ·    Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran
                         ·    Daerah ubun-ubun, selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit
          9.    Telinga dapat mendengar jika ada gelombang suara. Gelombang suara adalah suatu perubahan rapatan dan renggangan melekul udara yang disebabkan oleh bergetarnya suatu benda. Keras lemanya suara bergantung pada besarnya getaran (amplitude). Sedangkan tinggi rendahnya suara bergantung pada frekuensi. Daun telinga berfungsi seperti corong yang mengumpulkan gelombang suara, kemudian disalurkan ke saluran telinga luar. Gelombang suara akan diteruskan ke tulang-tulang pendengaran. Getaran pada tulang sanggurdi akan menyebabkan tingkat oval bergetar sehingga prilimfe pada skala vestibule juga bergetar. Pada tingkat over terjadi penguatan getaran sekitar 20 kali. Getaran fenilimfe pada skala vestibule akan melintasi membran vestibules sehingga menggetarkan membran berselaris. AKibatnya rambut pada sel rambut akan bergetar  terhadap membran tektoria dan menimbulkan impuls yang akan dijalankan ke saraf otak VIII lalu ke karteks otak bagian pendengaran untuk di interprestasikan
          10.  (a.)  Proses melihat dapat terjadi karena adanya cahaya yang dipantulkan dari objek-objek benda yang dipandang. Bayangan objek ini kemudian akan akan masuk melalui pupil dan menembus empat media refraksi, yaitu kornea, aqueous humor, lensa, dan vitreous humor. Bayangan kemudian akan jatuh tepat di retina. Pada retina terdapat neuron-neuron sensori yang akan membawa informasi bayangan objek ke otak. Di otak informasi bayangan objek akan ditransformasi menjadi sensasi.
                  (b.)  Pada orang bermata minus (miopi), lensa mata terlalu cembung sehingga bola mata memanjang. Sebagai akibatnya, bayangan objek yang dekat akan jatuh tepat di retina tetapi bayangan objek yang jauh akan jatuh di depan retina sehingga penglihatan menjadi kabur.
                  (c.)  Lensa kaca mata negatif (cekung) akan membelokkan bayangan objek dan memfokuskan bayangan objek sehingg jatuh tepat di retina.
          11.  Hormon bekerja atas perintah dari system saraf. Sistem yang mengatur kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pula daerah hipotalamus. Daerah hipotalamus sering disebut daerah kendali saraf endakrin
          12.  Sistem saraf tangga tali pada cacing pipih terdiri dari dua ganglia yang terletak di daerah kepala. Di tiap ganglion terdapat seberkas saraf yang memanjang di bagian lateral tubuhnya. Sistem saraf tangga tali pada cacing tanah berupa dua buah ganglion otak dan serabut saraf yang memanjang disepanjang poros tubuhnya.
                  Sistem saraf tangga tali serangga terdiri dari serabut saraf yang memanjang di bagian ventral tubuhnya
          13.  Bagian-bagian mata dan fungsinya:
                  -      Alat tambahan mata: alis mata, kelopak mata, bulu mata, apparatus lakrimali (berfungsi dalam kecantikan dan melindungi bola mata)
                  -      Otot ekstrinsik bol mata: untuk menggerakkan bola mata
                  -      Bola mata terdiri dari:
                         Kornea: tempat masuknya cahaya untuk diteruskan ke pupil
                         Iris: mengatur jumlah cahaya yang masuk
                         Pupil: menerima cahaya
                         Retina: tempat jatuhnya bayangan dan membentuk impuls untuk dihantarkan ke saraf
          14.  Telapak tangan lebih sensitive dibandingkan punggung tangan, sebab pada telapak tangan terdapat banyak reseptor dengan serabut saraf sensorik. Sendangkan daerah punggung merupakan daerah yang miskin akan reseptor
          15.  Penyerapan kalsium oleh tubuh tidak selalu efektif pada tiap tingkat usia. Hal tersebut disebabkan karena penyerapan kasium diatur oleh kelenjar parathormon dengan cara mengatur absorpsi kalsium dalam usus, ekskreasi kalsium oleh ginjal, dan pelepasa kalsium dari tulang
          16.  Perbedaan system saraf dan system hormon:
Sistem saraf
Sistem hormon
Pengaruh
Sistem saraf
Dapat terjadi
Sangat cepat
Pengaruh system Hormon pada
umumnya terjadi
cukup lambat
          17.  Hormon yang dihasilkan hifofisis lobus anterior:
                  -      Hormon somatrotopin (hormon pertumbuhan /GH): merangsang pertumbuhan
                  -      TSH (Hormon tirotropsin) perkembangan kelenjar godok; sekresi trikoksin
                  -      ACTH: mengontrol perkembangan aktivitas kelenjar ginjal
                  -      Prolaktin: memelihara korpus luteum dalam memproduksi progesterone dan ASI
                  -      FSH: pada wanita merangsang pematangan folikel dan menghasilkan estrogen pada pria merangsang terjadinya spermatogenesis
                  -      LH: mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progesterone
                  -      ICTH: merangsang sel-sel interstial sestis memproduksi testosterone dan androgen
          18.  Hubungan insulin dan glukagon saling berlawanan untuk mengatur kadar glukosa. Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, pancreas akan mensekresikan hormon insulin, insulin merangsang hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi glikogen, sebaliknya jika kadar glukosa dalam darah menurun, hormon glukogen akan mengubah glikogen menjadi glukosa
          19.  Karena tubuh tidak bisa menghasilkan hormon insulin, sehingga glukosa dalam jumlah tinggi tidak dapat diubah menjadi glikogen di dalam hati. Oleh karena itu diperlukan suntikan hormon insulin
          20.  Peranan hormon dalam proses metamorfosis serangga:

                  Serangga memiliki hormon otak, hormon tersebut berperan dalam metamorfosis. Hormon otak diekskresikan oleh bagian otak. Adanya hormon otak menyebabkan sekresi hormon eksdison dan memacu otak meningkatkan sekresi hormon juvenile. Hormon eksdison berfungsi pada pergantian kulit (ekdisis). Sedangkan hormon juvenile berperan untuk menghambat proses metamorfosis

KUNCI JAWABAN BIOLOGI ESIS KELAS XI BAB 8

Post By. Marisi Agusman Christena
BAB 8

A.      1.    A                11.  A               21.  B              
          2.    B                12.  D               22.  A              
          3.    D                13.  A               23.  E              
          4.    C                14.  C               24.  E              
          5.    A                15.  A               25.  E              
          6.    C                16.  A               26.  D
          7.    D                17.  C               27.  D
          8.    C                18.  B               28.  D
          9.    A                19.  C               29.  A
          10.  A                20.  A               30.  E

B.      1.    ·      Pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan agar kesetimbangan tubuh terjaga
                  ·      Osmoregulasi
                  ·      Ginjal, kulit, paru-paru, dan hati
          2.    ·      Dua buah
                  ·      Rongga perut
                  ·      Karteks
                  ·      Medula
                  ·      Pelvis
                  ·      Nefron
                  ·      Gomerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman
                  ·      Kapsula bowman, tubulus kontoitus praktisal, lengkung henle, tubulus kontortas distal
          3.    ·      Urin
                  ·      Fitrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan tidak mungkin disimpan lagi)
                  ·      Hormon antidluretik, hormon insulin, dan jumlah air yang diminum
          4.    ·      Repirasi
                  ·      Karbondioksida
                  ·      Organ pecernaan
                  ·      Empedu
                  ·      Homoglobin eritrosit yang telah tua
                  ·      Amonia
                  ·      Urea
          5.    ·      Epidermis
                  ·      Stratum korneum, stratum lusidum, stratum gramulosum
                  ·      Dermis
                  ·      Kelenjar keringat
                  ·      Keringat
                  ·      Alat pelindung tubuh terhadap segala bentuk rangsangan

C.      1.    Osmoregulasi adalah mekanisme tubuh untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau cairan tubuh. Sedangkan ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan agar keseimbangan tubuh terjaga
          2.    Fungsi ginjal:
                  -      Mengeksfresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, dan zat lain yang bersifat racun
                  -      Mengatur volume osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila jumlahnya dalam tubuh berkurang
                  -      Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urin yang bersifat asam
                  -      Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan dua macam zat, yaitu rennin dan eritropoietin yang diduga memiliki fungsi endokrin
          3.    Lihat lagi Gambar 8.4.
Filtrasi terjadi di daerah glomerulus. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi. Pada turbulus renalis terjadi proses perpindahan cairan menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler peritubuler
          4.    Proses pembentukan urin:
                  -      Filtrasi: penyaringan zat-zat sisa yang beracun. Terjadi di glomerulus. Hasilnya berupa filtrate glomerulus atau urin primer
                  -      Reabsorpsi: proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh menghasilkan urin sekunder (filtrate tubulus)
                  -      Augmentasi: proses terjadinya penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke kantung urin sebelum dibuang melalui uretra
          5.    Urin berwarna kuning karena terdapat zat warna bilirubin dan biliverdin. Sementara itu, urin berbau khas karena urin mengandung zat buangan yang tidak dibutuhkan tubuh
          6.    Urin primer memiliki kandungan zat yang hampir sama dengan cairan yang menembus kapiler menuju ruang antar sel. Sedangkan urin sekunder mengandung urea dengan kadar yang tinggi dan zat-zat yang dibutuhkan tidak ditemukan lagi
          7.    Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi urin:
                  -      Hormon antidiuretik (ADH)
                  -      Hormon insulin
                  -      Jumlah air yang diminum
          8.    Urin dapat digunakan sebagai bahan tes bebas narkoba karena urin mengandung zat-zat buangan yang tidak dibutuhkan tubuh. Bahan narkoba merupakan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga dikeluarkan melalui urin
          9.    Paru-paru juga merupakan alat ekskresi karena mengeluarkan zat sisa, yaitu karbon dioksida
          10.  Aktivitas kelenjar keringat juga dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan dan suhu di dalam pembuluh darah. Ketika suhu lingkungan meningkat (panas), kelenjar keringat menjadi aktif sehingga keringat keluar dari kulit dengan cara penguapan. Penguapan pada permukaan kulit akan menurunkan suhu sehingga akan mengurangi rasa panas pada tubuh.
          11.  Ekskresi pada cacing tanah: cairan tubuh diambil melalui nefrostom masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang. Pada waktu cairan tubuh mengalir, melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat sedangkan cairan yang tidak dibutuhkan dikeluarkan tubuh melalui nefridiofor
          12.  Gangguan-gangguan yang terjadi pada ginjal manusia yaitu:
                  a.    Nefritis
                         Yaitu peradangan pada netron karena bakteri streptococcus yang masuk ke saluran pernapasan
                  b.    Diabetes insipidus
                         Yaitu suatu penyakit yang disebabkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon anti diuretic, sehingga sekresi urin meningkat
                  c.     Diabetes mellitus (kencing manis)
                         Yaitu terdapatnya glukosa dalam urin yang disebabkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan oleh pancreas
                  d.    Albuminaria
                         Yaitu terdapatnya molekul albumin dan protein lain di dalam ginjal
          13.  Fungsi hati sebagai alat ekskresi yaitu menghasilkan empedu
          14.  Fungsi kulit sebagai alat ekskresi: yaitu untuk mengeluarkan keringat. Pada dermis, terdapat akar rambut, pembuluh darah, kelenjar minyak (kelenjar sebasea), kelenjar keringat, dan saraf. Kelenjar keringat tersebar luas pada sebagian besar permukaan tubuh. Pengeluaran keringat berada di bawah pusat pengatur suhu, yaitu hipotalamus. Aktivitas

          15.  Iwan akan mengalami banyak kehilangan air melalui keringat. Konsentrasi air dalam darah akan menurun yang menstimulus kelenjar hipofisis melepaskan ADH. ADH menyebabkan ginjal meningkatkan absorpsi air.