BAB
2
A. 1. A 6. E 11. E 16. C 21. B 26. C
2. E 7. B 12. B 17. C 22. C 27. D
3. C 8. C 13. B 18. A 23. A 28. D
4. B 9. C 14. D 19. B 24. C 29. B
5. E 10. C 15. C 20. E 25. B 30. C
B. 1. Jaringan yang terdiri dari sekelompok sel
tumbuhan yang aktif membelah: jaringan yang bersifat nonmeristematik
2. Promeristem:
meristem primer, meristem sekunder, meristem apical, meristem interkalor,
meristem lateral
3. Epidermis,
stomata, trikomata, spina, velamen, sel kipos, sel kersik
4. Dasar,
menyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, dan buah, jaringan
yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri kokoh,
jaringan kolenkim, jaringan sisklerenkim, pengangkut, xylem, mneyalurkan air
dan unsur hara dari akar ke daun, floem;
menyalurkan zat-zat makanan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
5. Melindungi
jaringan lain yang berada di bawahnya dari kekeringan dan gangguan mekanik;
feloderm; felem; akar; batang; daun
C. 1. Menurut letaknya, meristem dibedakan
menjadi tiga, yaitu (1) meristem apical atau meristem ujung, merupakan meristem
yang selalu terdapat di ujung tiap akar dan batang tumbuhan; (2) meristem
interkalar atau meristem antara, merupakan meristem yang terletak di antara
jaringan meristem primer dewasa; dan (3) meristem lateral atau meristem
samping, merupakan meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder. Meristem
lateral disebut juga sebagai cambium
2. Jaringan
meristem lain yang berada di bawahnya dari kekeringan dan gangguan mekanik,
feloderm, felem, akar, batang, daun
3. Organ
tertenu pada tumbuhan mempunyai jaringan meristematik dikarenakan organ
tersebut merupakan titik tumbuh dan berkembangnya tumbuhan, sehingga tumbuhan
tersebut menjadi besar dan tinggi
4. Perbedaan
antara sklerenkim dan kolenkim: sklerenkim terdapat pada organ tumbuhan yang
telah dewasa serta memiliki dinding sel yang tebal dan berlignin. Sementara
kolenkim terdapat pada organ muda tumbuhan serta memiliki dinding sel yang
tebal pada sudut-sudut sel dan tidak berlignin
5. Bentuk
modifikasi sel-sel epidermis: stomata (mulut daun), trikomata (rambut-rambut),
spina (duri), vilamen, sel kipas (motor cell atau bulliform cell), dan sel
kersik
6. (Lihat lagi Gambar 2.5) Stomata
dibatasi oleh dua sel penjaga, sel penjaga berisi kloroplas untuk melakukan
fotosintesis
7. Sel-sel penyusun floem:
- parenkim floem, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
dan berperan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang lain
- serabut floem, berfungsi untuk
memperkuat jaringan pembuluh
- komponen pembuluh tapis, hanya berfungsi
selama sel-sel tersebut hidup
- sel pengiring, berperan untuk memberi makan sel-sel penyusun
komponen pembuluh tapis yang masih hidup.
Sel-sel
penyusun xylem:
- parenkim xylem, berfungsi untuk
mengangkut air dan unsur hara
- serabut xiler, merupakan komponen utama
penyusun kayu
- trakeid, berfungsi untuk menopang dan
mengangkut air
- komponen pembuluh, berfungsi sebagai
tempat air lewat dengan bebas dari satu sel ke sel lain
8. Sel-sel
yang menyusun xylem antara lain (1) parenkim xylem, merupakan jaringan yang terdapat
di sekitar xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara; (2)
serabut xiler merupakan serabut sklerenkim yang terdapat pada jaringan xylem;
(3) trakeid, merupakan komponen penyusun berkas vaskuler xylem yang berbentuk
lancip dan panjang serta memiliki dinding sel yang berlubang-lubang; dan (4)
komponen pembuluh, merupakan sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, dengan
bagian ujungnya saling bersatu membentuk sebuah tabung pengangkut air bersel
banyak.
Sel-sel yang menyusun folem
antara lain (1) parenkim floem yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
dan berperan sebagai sekat pemisah antar floem; (2) serabut floem yang
berfungsi untuk memperkuat jaringan pembuluh; (3) komponen pembuluh tapis yang
berfungsi sebagai tempat dilewatkannya zat-zat makanan hasil fotosintesis; dan
(4) sel pengiring yang berfungsi memberi makan kepada sel-sel tapis yang masih
hidup.
9. Ikatan
pembuluh koleteral merupakan suatu ikatan pembuluh yang terbentuk dari xylem
dan floem yang letaknya bersebelahan
10. Kita
sering mengkonsumsi berbagai jenis akar tunggang dikarenakan akar tunggang
tersebut berisi parenkim penimbun yang menyimpan cadangan makanan berupa pati
11. Bentuk
pipih pada berbagai daun mampu membantu fotosintesis tumbuhan karena dapat meningkat-kan
intensitas cahaya matahari yang digunakan untuk fotosentesis
12. Terdapat
persamaan dan perbedaan antara jaringan parenkim palisade dan jaringan spons
pada mesofil daun. Persamaan antara kedua macam jaringan tersebut adalah
sama-sama
13. Bentuk
rambut-rambut akar yang meruncing memudahkan akar untuk menembus tanah dan
ukurannya yang kecil serta
bercabang-cabang untuk menyerap air dan
unsure hara di dalam tanah
14. Susunan
berkas pengangkut pada akar dikotil yaitu xilom primer terletak di pusat akar
dan berbentuk bintang, sedangkan floem primer terletak di sebelah luar xylem
primer. Susunan berkas pengangkut pada akar monokotil yaitu xylem primer
terletak berselang-seling dengan floem primer
15. Susunan
berkas pengangkut pada batang dikotil seperti cincin yaitu kolateral terbuka
sedangkan susunan berkas pengangkut pada batang monokotil adalah kolateral
tertutup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment